cobakso

Kisah Kami

Cobakso
cobakso

Semuanya bermula di Tasikmalaya — kota di mana bakso ada hampir di setiap sudut, tiap beberapa meter, masing-masing dengan cita rasa khasnya sendiri, namun semua disatukan oleh satu hal: saus bawang khas kota itu. Di sanalah aku tumbuh besar. Sejak kecil, ayahku sering mengajakku ke kedai bakso favoritnya, atau membuatnya sendiri di rumah. Jadi bagiku, bakso tak pernah sekadar makanan — ia rasa yang melekat, dan kenangan yang tak pernah pudar.

Ayahku membuat dan menjual bakso sendiri sekitar tahun 1990. Usaha itu sempat terhenti bertahun-tahun, tapi resepnya tak pernah benar-benar hilang — ia tetap membuatnya untuk keluarga, dengan takaran yang sama.

Sekitar 2019, aku memutuskan untuk membawanya kembali — kali ini dengan serius, memakai resep lama ayahku. Lahirlah Bakso Djoenie. Jalannya tak mulus. Aku melanjutkan dengan nama baru, Hanyabakso — tapi terbentur kendala hukum. Baru pada 2022, setelah jatuh dan bangkit dua kali, brand ini akhirnya menemukan namanya: Cobakso.

Cobakso — dari coba dan bakso. Sebuah ajakan sederhana untuk mencoba. Tapi kami memaknai (Co) lebih luas: company, karena kami membangunnya dengan serius sebagai PT Cobakso Kuliner Indonesia; collaboration, karena setiap usaha hidup dari kerja sama — dengan pelanggan, dengan mitra; dan checkout, kata sehari-hari dunia order-and-delivery masa kini. Satu nama pendek, banyak makna, satu janji.

Coba sekali, pasti kembali.

Tutup